Nasional

7 Negara yang Masih Berperang di tempat Tengah Periode Ramadan 2025

GAZA – Ramadan 2025 masih menjadi duka dalam beberapa negara yang mana dilanda perang. Perang yang dimaksud terjadi di area bulan suci itu menambah penderitaan bagi warga.

Umumnya, negara yang tersebut masih berperang merupakan kelanjutan dari konflik yang mana terjadi sejak lama. Dikarenakan bukan ada penyelesaian atau pun gencatan senjata menyebabkan peperangan terus berkecamuk.

7 Negara yang Masih Berperang dalam Tengah Periode Ramadan 2025

1. Kongo

Tentara Uganda telah lama mengirim pasukan ke kota lain di area timur laut Republik Demokratik Kongo untuk memerangi kelompok bersenjata lokal, di dalam sedang kegelisahan konflik yang tersebut berkecamuk dapat berubah menjadi peperangan yang mana lebih banyak luas.
“Pasukan kami sudah memasuki kota Mahagi serta kami memegang kendali,” kata juru bicara pertahanan lalu urusan militer Uganda Felix Kulayigye terhadap kantor berita Prancis AFP.

Pengerahan pasukan itu diminta oleh tentara Kongo menyusul dugaan pembantaian warga sipil yang dimaksud dilaksanakan oleh milisi yang dikenal sebagai Koperasi untuk Pembangunan Kongo (Codeco), katanya, tanpa memberikan perincian tambahan lanjut.

Mahagi berada pada provinsi Ituri, yang berbatasan dengan Uganda, tempat sedikitnya 51 orang tewas pada 10 Februari oleh orang-orang bersenjata yang digunakan berafiliasi dengan Codeco, menurut sumber-sumber kemanusiaan serta lokal.

Codeco mengklaim pihaknya membela kepentingan komunitas Lendu, yang sebagian besar terdiri dari petani, terhadap komunitas Hema, yang dimaksud sebagian besar adalah penggembala.

Uganda sudah pernah menempatkan ribuan tentara di dalam bagian lain Ituri berdasarkan perjanjian dengan pemerintah Kongo.

Mereka juga menjalankan misi gabungan untuk memerangi pemberontak Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) pada benteng pertahanan dekat perbatasan Uganda.

Bulan lalu, Uganda mengumumkan pasukannya sudah “mengambil alih kendali” Bunia, ibu kota Ituri.

Rwanda sudah pernah lama menunjuk pada dugaan keberadaan FDLR di tempat DRC timur untuk membenarkan dukungannya terhadap M23.

M23 merilis sebuah video yang mana menunjukkan pasukannya menyerahkan 20 pejuang FDLR yang tersebut diduga ke Rwanda pada sebuah pos perbatasan antara kedua negara.

Related Articles

Back to top button