Buku Harian Putri Diana Ungkap Pernikahannya dengan Raja Charles III Penuh Penderitaan

INGGRIS – Buku harian Putri Diana yang dimaksud baru ditemukan setelahnya 27 tahun kematiannya mengungkap sisi paling kelam dari kehidupannya sebagai istri Raja Charles III, yang dimaksud pada waktu itu masih berstatus Pangeran Wales.
Dalam catatan pribadinya yang tersimpan lama pada laci tersembunyi Istana Kensington, Putri Diana menuliskan penderitaan yang digunakan dialaminya di pernikahan dengan Raja Charles III yang awalnya ia harapkan penuh cinta, tetapi justru berubah menjadi mimpi buruk yang dimaksud menyakitkan.
“Aku memimpikan cinta yang dimaksud akan membuatku tergila-gila. Tapi kesepian itu menyesakkan,” tulis Diana dilansir dari The Royal Observer, Hari Sabtu (15/3/2025).
Sejak awal, ia merasa diabaikan serta tak disukai oleh Raja Charles III, yang dimaksud hatinya tampaknya setiap saat terpaut pada Camilla Parker Bowles. Bahkan di tempat pada waktu bulan madu mereka, Diana telah mulai menyadari bahwa pernikahan yang dimaksud tak seperti yang ia bayangkan, oleh sebab itu Charles lebih banyak tertarik membaca buku daripada memperhatikannya.

Foto/Getty Images
“Saya tahu hal itu serta tiada mampu berbuat apa-apa. Kupikir, kau tahu, itu sungguh suram. Aku hanya saja punya harapan besar, yang tersebut pupus pada hari kedua,” jelasnya.
Kesepian yang mencekik dan juga tekanan emosional yang tersebut luar biasa menggerakkan Diana ke ambang keputusasaan, hingga ia mencoba mengakhiri hidupnya beberapa kali. Ia mengaku menjatuhkan diri dari tangga serta melukai pergelangan tangannya, namun upayanya cuma disambut dengan ketidakpedulian oleh Charles, yang digunakan memilih untuk pergi menunggang kuda daripada memberikan perhatian pada istrinya yang dimaksud sedang menderita.
“Charles bilang aku menangis sejadi-jadinya, juga aku merasa sangat putus asa serta menangis sejadi-jadinya. Saya mencoba memotong pergelangan tangan saya dengan silet. Saya sangat tertekan,” ujarnya.
Meskipun ia akhirnya menemukan pelipur lara pada peluncuran putra-putranya, Pangeran William lalu Pangeran Harry, juga di hubungan dengan beberapa pria lain, rasa sakit akibat pengkhianatan dan juga ketidakbahagiaan tetap memperlihatkan membayanginya.






