Berawal dari Hobi, Pengusaha Ikan Hias Untung hingga Puluhan Juta

JAKARTA – Memiliki perusahaan yang mana berasal dari hobi merupakan impian banyak orang. Gunawan Sutisna, Pemilik Toko Ikan Hias Holly Betta Central menjadi salah satu yang mana berhasil mewujudkan hal tersebut. Awalnya, Gunawan senang mengikuti kompetisi ikan cupang . Dari sana ia mengawasi prospek perusahaan untuk membuka bidang usaha jual ikan cupang aduan di tempat rumah pada tahun 2006.
Ternyata, usaha ikan cupang yang dimaksud berkembang. Dari berjualan pada rumah, Gunawan pindah ke bursa hingga akhirnya bisa jadi membuka kios sendiri. Meski demikian, bisnisnya juga masih mengalami pasang surut. Ia sempat bangkrut sebab kesulitan pemasaran kemudian permodalan.
Pada tahun 2018, Gunawan mengetahui informasi tentang jaringan pinjaman daring (Pindar) Fintag. Ia kemudian memutuskan untuk mengajukan pembiayaan industri dengan plafon awal Rp3 juta.
“Tahun 2018 saya mulai kenal Fintag lalu mengajukan pinjaman. Saya gunakan dana itu untuk membeli bibit ikan yang digunakan bagus, pasca saya rawat 2 minggu lalu dijual,” ujar Gunawan disitir pada Rabu (12/3/2025).
Ia pun sangat senang sekarang plafon pinjaman pada Fintag sanggup naik hingga Rp7,5 juta. Gunawan yang tersebut pada masa kini bergerak sebagai pengurus komunitas ikan cupang aduan di area Ibukota Indonesia juga kerap ditunjuk sebagai juri pada kompetisi-kompetisi di area tingkat Jabodetabek menyebut, meskipun tak seramai ikan cupang hias, namun ikan cupang aduan memiliki peminat setianya sendiri.
Setelah mendapatkan pendanaan dari Fintag, saat ini Gunawan bisa jadi mengedarkan sebanyak 200-300 ekor ikan cupang aduan. Harga yang mana ditawarkan pun beragam, untuk ikan lokal dengan kualitas standar biasanya dihargai Rp100 ribu untuk tiga ekor, atau Rp250 ribu per ekor untuk yang dimaksud kualitasnya bagus. Sedangkan ikan cupang impor harganya sanggup mencapai Rp500-750 ribu. Dengan pendapatan tersebut, ia bisa jadi mengantongi rata-rata hasil penjualan Rp10 jt di sebulan.
“Fintag sangat membantu bisnis saya dari 2018 yang dimaksud awalnya pengajuan masih konvensional serta sekarang dapat lewat aplikasi. Jadi sangat mudah. Saya telah lama ada rencana ingin tambah kios, semoga bisa saja terus dapat dukungan dari Fintag,” lanjut Gunawan.
Masalah yang digunakan kerap dihadapi untuk mengembangkan bisnis adalah keterbatasan biaya seperti yang dialami Gunawan. Akibatnya, sejumlah perniagaan yang tersebut hanya saja berjalan di tempat tempat hanya juga bahkan cenderung menurun.
Dengan meminjam dana dari Pindar, pengusaha perusahaan dapat menggunakannya sebagai modal untuk pengembangan bisnis. Hal yang tersebut perlu diperhatikan adalah melakukan konfirmasi dana yang dimaksud berasal dari Pindar resmi dan juga berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Peraih Diaspora Heroes BNI Maju Buka Usaha Warung Makan dalam Korsel
- BNI Bina Pekerja Migran pada Hong Kong Ciptakan Kans Usaha Baru






