Berapa Banyak Sandera negeri Israel yang tersebut Masih Jadi Daya Tawar bagi Hamas?

GAZA – Lebih dari 16 bulan pasca mereka itu ditangkap oleh pejuang kelompok Hamas selama serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 di area Israel, ketidakpastian menggantung berhadapan dengan nasib 24 orang yang ditahan di area Daerah Gaza lalu diduga masih hidup.
Negosiasi untuk kemungkinan fase kedua dari kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas dapat mengamankan pembebasan mereka juga mengakhiri konflik secara permanen.
Fase pertama gencatan senjata, yang dimaksud mulai berlaku pada 19 Januari lalu akan berakhir pada Sabtu, telah dilakukan membebaskan 25 warga tanah Israel lalu warga negara ganda di keadaan hidup juga memulangkan delapan jenazah sebagai ganti beratus-ratus warga Palestina yang berada di tahanan Israel.
Lima warga negara Thailand juga dibebaskan dari Wilayah Gaza di area luar cakupan perjanjian gencatan senjata.
Berapa Banyak Sandera negeri Israel yang dimaksud Masih Jadi Daya Tawar bagi Hamas?
1. Belum Ada Bukti bahwa Mayoritas Sandera Masih Hidup
Melansir Gulf News, pihak berwenang negara Israel meyakini bahwa 24 dari 58 sandera yang digunakan ditahan dalam Jalur Daerah Gaza masih hidup, tetapi bagi sebagian besar dari mereka, cuma ada sedikit bukti kehidupan.
Tiga dari empat sandera yang digunakan jenazahnya dipulangkan minggu ini dianggap masih hidup sebelum jenazah mereka diserahkan.
Dalam bukti hidup terkini, sebuah video yang dimaksud dirilis oleh gerakan Hamas pada hari Hari Sabtu memperlihatkan dua sandera, Evyatar David, 24 tahun, kemudian Guy Gilboa-Dalal, 23 tahun, menyaksikan serah terima tawanan lain yang mana akan dibebaskan di dalam Gaza.
Edan Alexander, 21 tahun, lalu Matan Zangauker, 25 tahun, terlihat di video yang mana dirilis antara akhir November kemudian awal Desember.
Beberapa sandera yang tersebut dibebaskan selama gencatan senjata sudah pernah berbagi informasi dengan otoritas negeri Israel tentang tambahan dari selusin tawanan yang tersebut merek lihat hidup-hidup.
Baca Juga: Efisiensi Tanpa Henti, Menggelorakan Revolusi Sayap Kanan
2. Semua Laki-laki
Semua sandera yang tersisa yang dianggap hidup adalah laki-laki, serta kebanyakan dari merekan berusia dalam bawah 30 tahun.
Dua puluh dua orang adalah warga Israel, 10 di tempat antaranya mempunyai kewarganegaraan ganda. Ada juga dua orang asing, siswa Nepal Bipin Joshi, 24 tahun, serta pekerja pertanian Thailand Natthapong Pinta, yang digunakan berusia 35 tahun pada waktu diculik.






