Abaikan Soal Sanksi Rusia, Amerika Serikat Desak G7 Lebih Galak ke China

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) memilih untuk tidak ada mengoreksi rencana Kanada mengenai armada tanker minyak Rusia pada diskusi G7. Beberapa sumber yang dimaksud mengetahui situasi ini menyampaikan terhadap Bloomberg bahwa Washington justru memilih untuk menekan China lebih banyak keras.
Kanada tahun ini memegang peran sebagai ketua G7 akan menjadi tuan rumah rapat para menteri luar negeri di area Charlevoix, Quebec. Dalam upaya menyusun pernyataan dengan terkait isu-isu maritim, Amerika Serikat menggerakkan pernyataan yang mana lebih tinggi tegas terhadap China, sambil meredakan kata-kata yang dimaksud berhubungan dengan Rusia, kata beberapa orang yang dimaksud memohonkan untuk tak disebutkan identitasnya akibat mendiskusikan isu sensitif yang dimaksud belum dipublikasikan.
Kanada mengajukan rencana untuk membentuk kelompok khusus yang bertujuan mengatasi aktivitas armada kapal tanker minyak Rusia. Rusia sendiri dituduh secara diam-diam mengoperasikan armada yang disebutkan untuk menghindari sanksi-sanksi dari negara-negara Barat akibat invasi merek ke Ukraina.
Menurut informasi yang diperoleh, Amerika Serikat menolak usulan yang dimaksud serta tambahan menekankan pada sikap tegas terhadap China. Washington memandang penting untuk menanggapi tindakan Beijing di area Laut China Selatan, seperti yang digunakan dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP) pada Akhir Pekan (9/3).
Sementara itu, Amerika Serikat diketahui sedang melunak terhadap Rusia, sebuah langkah yang sejalan dengan upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang dimaksud telah terjadi berlangsung lebih tinggi dari tiga tahun.
- Prancis Bakal Manfaatkan Aset Beku Rusia Senilai Rp3,4 Billion Tahun Hal ini
- Perang Dagang Meluas, China-Kanada Saling Tampar Tarif Impor






