China sebut telah bicara dengan India-Pakistan mengenai gencatan senjata

Beijing – Kementerian Luar Negeri China mengumumkan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi sudah ada bicara dengan pejabat India lalu Pakistan terkait gencatan senjata sebelum kedua negara yang disebutkan mengumumkan rencana tersebut.
"Pada 10 Mei malam, Menteri Luar Negeri Wang Yi berbicara dengan Wakil Awal Menteri Pakistan juga Menteri Luar Negeri Ishaq Dar juga Penasihat Ketenteraman Nasional India, Shri Ajit Doval, setiap-tiap untuk menyarankan deeskalasi lalu realisasi gencatan senjata jangka panjang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada konferensi pers di dalam Beijing pada Hari Senin (12/5).
India serta Pakistan sudah ada mengumumkan gencatan senjata mulai Hari Sabtu (10/5) pukul 17.00 waktu setempat.
Kepala Kementerian Luar Negeri India Vikram Misri mengungkapkan bahwa kepala operasi militer Pakistan menelepon mitranya dari India pada pukul 15.35 waktu setempat. Mereka setuju untuk menghentikan pertempuran mulai Hari Sabtu pukul 17.00.
"Baik Pakistan maupun India menanggapi dengan positif. China berharap bahwa India dan juga Pakistan akan menguatkan serta melanjutkan peluang gencatan senjata, mengelak konflik lebih banyak lanjut, menangani perbedaan dengan benar melalui dialog juga negosiasi, juga kembali ke jalur penyelesaian politik," tambah Lin Jian.
China, kata Lin Jian, siap untuk masih berbicara dengan India serta Pakistan dan juga memainkan peran konstruktif pada mewujudkan gencatan senjata penuh serta jangka panjang antara kedua negara juga menjaga kawasan yang dimaksud tetap damai serta stabil.
China pun menyokong serta menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara India-Pakistan.
"India dan juga Pakistan adalah dan juga akan terus-menerus berubah jadi tetangga. Keduanya juga merupakan tetangga China juga sejak ketegangan mulai meningkat, China telah terjadi berinteraksi erat dengan pihak-pihak terkait dan juga mendesak kedua negara untuk bersikap tenang lalu menahan diri, dan juga mencegah eskalasi," tambah Lin Jian.
Pada Awal Minggu (12/5), Direktur Jenderal Operasi Militer India Letjen Rajiv Ghai juga mitranya dari Pakistan Mayjen Kashif Chaudhry juga sudah ada melakukan pembicaraan.
Ghai dan juga Chaudhry mengeksplorasi beraneka hal, satu di antaranya pengamanan perbatasan lalu garis kontrol (Line of Control) antara India kemudian Pakistan. Mereka juga mengkaji pemanfaatan pesawat nirawak (drone) tapi isi pembicaraan yang dimaksud lebih banyak lengkap belum dipublikasikan.
Ketegangan meningkat antara India juga Pakistan setelahnya serangan teroris berlangsung pada 22 April di dalam dekat Pahalgam, kota yang dimaksud berada wilayah Jammu kemudian Kashmir India.
Serangan itu menewaskan 26 orang, diantaranya orang warga negara Nepal. Komunitas pemberontak Front Perlawanan mengaku bertanggung jawab melawan serangan itu.
India menyalahkan Pakistan melawan serangan tersebut. Derajat hubungan diplomatik kedua negara tak lama kemudian diturunkan, Perjanjian Air Indus ditangguhkan, juga satu-satunya jalur perbatasan darat yang tersebut menghubungkan kedua negara ditutup.
Pada 7 Mei, Kementerian Keamanan India mengumumkan peluncuran Operasi Sindoor, yang mana berusaha mencapai "infrastruktur teroris" dalam Pakistan.
Kementerian yang dimaksud kemudian memaparkan bahwa 70 "teroris" telah lama dibasmi kemudian menekankan bahwa tak ada prasarana militer Pakistan yang digunakan diserang.
Namun, militer Pakistan melaporkan 31 warga tewas juga 57 lainnya terluka akibat serangan India.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun "Truth Social" di X menyatakan gencatan senjata itu dimediasi oleh AS.
"Setelah perundingan panjang yang digunakan dimediasi oleh Amerika Serikat, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa India juga Pakistan telah dilakukan setuju untuk melakukan gencatan senjata penuh lalu segera. Selamat untuk kedua negara dikarenakan telah terjadi menggunakan akal sehat juga kecerdasan yang mana hebat. Terima kasih berhadapan dengan perhatian Anda terhadap hambatan ini!" kata Trump ke Truth Social pada Hari Sabtu (10/5).
Artikel ini disadur dari China sebut sudah bicara dengan India-Pakistan soal gencatan senjata






